Cerita tentang pohon dan paku ~ a classic story
Suatu hari yang berbahagia, datanglah seorang anak kepada ayahnya. Anak itu bercerita kepada ayahnya tentang kejadian yang menimpanya di sekolah. Anak itu bercerita bahwa dia pernah berbuat salah, menyakiti temannya di sekolah. Dia merasa sangat bersalah sekali kepada temannya itu. Dan anak itu menangis kepada ayahnya karena teman yang disakitinya itu menjauhi dia dan tidak memaafkan dia. Anak itu bertanya-tanya kenapa tega-teganya dia berbuat seperti itu.
Lalu ayahnya yang bijak menjawab dengan sebuah jawaban yang bijak. Anak itu disuruhnya mengambil paku dan palu di gudang. Diajaknya anak itu ke taman yang di tamannya tersebut terdapat pohon besar. Ayahnya lalu menyuruh anak itu menancapkan paku-paku tersebut pada pohon besar tadi. Si anak masih bingung untuk apa maksud ini semua. Tapi ayah anak tadi masih tetap tenang. Setelah ditancapkan, si ayah menyuruh si anak melihat hasil paku-paku tadi dan menyuruh membuka paku-paku yang telah ditancapkan tadi dengan menggunakan ujung palu.
Setelah selesai, Si ayah mengajak si anak untuk melihat bekas paku-paku tadi pada pohon besar tersebut. “Lihatlah nak,…..hasil paku yang telah kautancapkan pada pohon ini. Setiap kau berbuat salah pada otang lain, maka pada saat itu pula kau menancapkan sebuah paku di hati temanmu itu. Dan setiap kali kau berbuat kebajikan untuk temanmu itu, maka pada saat itu berarti kau membuka sebuah paku di hati temanmu itu. Walau kau berbuat kebaikan, tapi lihatlah pohon itu…masih berbekas bukan? Hati temanmu pun seperti itu nak……”
29 April 2012
23 April 2012
Tuhan bekerja dalam masalah saya !
Kali ini saya mau kembali bercerita, dengan pengalam iman dan kehidupan pribadi saya selama 2 minggu ini. Saya mau sedikit bercerita menuangkan beberapa pikiran dan perasaan saya ke dalam blog saya tercinta ini
Bermula dari hubungan saya dengan pacar saya di 8 april yang menjadi puncak dari beberapa bulan terakhir ini. Awalnya karena emang keharusan dia untuk menjalani kuliahnya di salah satu sekolah bisnis terbaik S2 di Indonesia. Begitu berat dan tidak mudah prosesnya untuk bisa kuliah di tempat itu. Saya sangat mengerti beratnya beban yang harus dia pikul sampai detik ini. Saya selalu rebut dan sedikit egois dengan meminta kami bertemu seminggu lebih dari 1kali, karena saya tahu dulu sejak awal kami pacaran, kami bertemu bisa 3-4 kali dalam satu minggu. Hamper setiap minggu saya menyibukkan diri saya dengan menghapus air mata saya karena ingin bertemu. Tapi apa daya, kesibukannya yang begitu tinggi hanya membuat saya mengkhayalkan hal itu. Hingga pada akhirnya, di malam itu saya kembali menangis dan sedikit meminta untuk mencoba dia mengerti perasaan rindu saya. Sampai akhirnya dia marah dan mengucapkan kalimat yang begitu menyakitkan untuk saya. “kalau udah ngga kuat, dan merasa dia menjadi beban untuk saya, sudahi saja”. Simple words yang sangat perih. Setelah malam itu, keadaan kembali normal, dengan tekad baru saya, mengerti keadaan dan posisi dia saat ini. Tanpa manja, tanpa beban, terima dengan sukacita keadaan seperti ini, Novia. Saya ulangi kalimat itu dalam diri saya, saya member sugesti kedalam pikiran saya, just be a strong girl, Novia. Dan saya mampu dengan bantuan Yesus, meskipun masih sedikit tergopoh2 menjalankannya.. Setelah malam itu, keadaan menjadi seperti biasanya. Hingga suatu pagi, entah ada angin apa, saya merasa begitu sedih, karena (lagi-lagi) mengingat masa dulu kami bersama. Tak pernah 1hari pun dia absen mengirimkan saya “good morning” yang membuat hari saya semakin bersemangat. Dan pagi itu saya menangis tanpa tahu kapan air mata ini bisa berhenti. Simple action, make a big change. Perasaan saya pagi itu benar2 membuat hari saya terasa kurang baik. Saya mencoba mengembalikan mood saya untuk kembali bersemangat. Ya, saya berdoa. Beri saya kekuatan lebih untuk ini semua, Lord. Saat itu terasa ada damai yang melingkupi saya, meskipun sebagai manusia, masih ada rasa takut,khawatir, tapi saya belajar untuk berserah. Hari demi hari berlalu… begitu tawar hubungan ini. Dia yang biasa begitu perhatian, ternyata semakin berkurang. Saya merasakannya begitu kuat di dalam diri saya. I know he is having ‘something secret’ that I don’t know. Saya berusaha untuk tidak bertanya sampai dia sendiri yang mau bercerita, apa yang terjadi sebenarnya. Dan ternyata hari ini terungkap sudah. Finally, apa yang menjadi kekhawatiran, kebimbangan dia sudah bisa terjawab. Dia mau bercerita apa yang dia rasakan saat ini. Begitu lega mendengar kejujurannya, bahwa dia sedang jenuh dengan hubungan kami. Saya paham betul dan mengerti betul keadaan ini. Manusia, ya tetaplah manusia, bisa merasakan bosan dan jenuh dengan rutinitas yang terlihat begitu monoton. Tapi disitulah tantangannya, bagaimana kita membuat itu menjadi sesuatu yang dinamis, dan tidak membosankan. Bagaimana caranya supaya tidak jenuh? Apakah kembali mengulangi kesalahan yang dulu? Saya tidak berpikir seperti itu. Cobalah sesuatu yang baru, bukannya kembali kepada yang lalu. Disaat seperti ini, saya hanya teringat kembali ke masalah besar pertama yang saya hadapi. Kesetiaan. Dimana sebuah hati, mulai tidak bisa focus dengan satu hal, dan menjadi bercabang. Tapi saya diingatkan oleh 1 ayat yang begitu pas dengan hal ini, “bukankah kamu harus mengampuni tujuh puluh tujuh kali tujuh kali?” Ya, 1 hal yang dituntut Tuhan untuk kita bisa mengampuni orang lain. Tidak mudah memang, tapi pasti bisa, karena saya dan anda tidak berjalan sendiri, kita bersama dengan Tuhan dan Roh kudus. Kembali kepada iman kita, dan tujuan utama.
Disaat seperti ini, masalah yang datang begitu bertubi-tubi, tapi Tuhan selalu berharap kita mendekat kepada Tuhan. Dia rindu kita datang kembali kepada Dia. Dan ketika saya berdoa, Tuhan benar-benar menguatkan saya dan menyadarkan saya, bahwa anak Tuhan adalah anak yang berbeda dengan anak dunia dalam sudut pandangnya melihat suatu masalah. Melalui banyak kejadian ini saya melihat bahwa, Tuhan memberikan saya masalah dengan pacar saya untuk mendekatkan diri dengan Tuhan saja, mencoba menggantungkan diri dan bersandar kepada DIA. Bukan dengan kekuatan sendiri saya mampu berjalan, tapi karena firman, doa dan komunitas serta teman2 saya Disaat seperti ini juga Tuhan menegur saya melalui satu ayat, “Kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Roma 5:4-5). Kesengsaraan yang pada akhirnya menimbulkan pengaharapan, yang TIDAK mengecewakan, yang berasal dari Allah. Dari begitu banyak cerita dan pengalaman yang saya alami, hanya satu kunci kekuatan saya sampai detik ini. Doa dan Firman Tuhan.
Jika saya berdoa tanpa membaca firman, apa yang akan saya dapat? saya tidak pernah tahu apa yang Tuhan janjikan kepada dombaNya ketika saya tidak pernah membaca apalagi mendengarkan Dia. Bertumbuh menjadi dewasa dalam iman dan personality tidak mudah. Tapi saya percaya saya bisa, perlahan demi perlahan. Serahkan hidupmu kedalamTuhan, dan biar Tuhan yang berkarya dalam hidup kita. Selamat malam teman, goodnite, God bless your life all
~strawberrygirls~
Bermula dari hubungan saya dengan pacar saya di 8 april yang menjadi puncak dari beberapa bulan terakhir ini. Awalnya karena emang keharusan dia untuk menjalani kuliahnya di salah satu sekolah bisnis terbaik S2 di Indonesia. Begitu berat dan tidak mudah prosesnya untuk bisa kuliah di tempat itu. Saya sangat mengerti beratnya beban yang harus dia pikul sampai detik ini. Saya selalu rebut dan sedikit egois dengan meminta kami bertemu seminggu lebih dari 1kali, karena saya tahu dulu sejak awal kami pacaran, kami bertemu bisa 3-4 kali dalam satu minggu. Hamper setiap minggu saya menyibukkan diri saya dengan menghapus air mata saya karena ingin bertemu. Tapi apa daya, kesibukannya yang begitu tinggi hanya membuat saya mengkhayalkan hal itu. Hingga pada akhirnya, di malam itu saya kembali menangis dan sedikit meminta untuk mencoba dia mengerti perasaan rindu saya. Sampai akhirnya dia marah dan mengucapkan kalimat yang begitu menyakitkan untuk saya. “kalau udah ngga kuat, dan merasa dia menjadi beban untuk saya, sudahi saja”. Simple words yang sangat perih. Setelah malam itu, keadaan kembali normal, dengan tekad baru saya, mengerti keadaan dan posisi dia saat ini. Tanpa manja, tanpa beban, terima dengan sukacita keadaan seperti ini, Novia. Saya ulangi kalimat itu dalam diri saya, saya member sugesti kedalam pikiran saya, just be a strong girl, Novia. Dan saya mampu dengan bantuan Yesus, meskipun masih sedikit tergopoh2 menjalankannya.. Setelah malam itu, keadaan menjadi seperti biasanya. Hingga suatu pagi, entah ada angin apa, saya merasa begitu sedih, karena (lagi-lagi) mengingat masa dulu kami bersama. Tak pernah 1hari pun dia absen mengirimkan saya “good morning” yang membuat hari saya semakin bersemangat. Dan pagi itu saya menangis tanpa tahu kapan air mata ini bisa berhenti. Simple action, make a big change. Perasaan saya pagi itu benar2 membuat hari saya terasa kurang baik. Saya mencoba mengembalikan mood saya untuk kembali bersemangat. Ya, saya berdoa. Beri saya kekuatan lebih untuk ini semua, Lord. Saat itu terasa ada damai yang melingkupi saya, meskipun sebagai manusia, masih ada rasa takut,khawatir, tapi saya belajar untuk berserah. Hari demi hari berlalu… begitu tawar hubungan ini. Dia yang biasa begitu perhatian, ternyata semakin berkurang. Saya merasakannya begitu kuat di dalam diri saya. I know he is having ‘something secret’ that I don’t know. Saya berusaha untuk tidak bertanya sampai dia sendiri yang mau bercerita, apa yang terjadi sebenarnya. Dan ternyata hari ini terungkap sudah. Finally, apa yang menjadi kekhawatiran, kebimbangan dia sudah bisa terjawab. Dia mau bercerita apa yang dia rasakan saat ini. Begitu lega mendengar kejujurannya, bahwa dia sedang jenuh dengan hubungan kami. Saya paham betul dan mengerti betul keadaan ini. Manusia, ya tetaplah manusia, bisa merasakan bosan dan jenuh dengan rutinitas yang terlihat begitu monoton. Tapi disitulah tantangannya, bagaimana kita membuat itu menjadi sesuatu yang dinamis, dan tidak membosankan. Bagaimana caranya supaya tidak jenuh? Apakah kembali mengulangi kesalahan yang dulu? Saya tidak berpikir seperti itu. Cobalah sesuatu yang baru, bukannya kembali kepada yang lalu. Disaat seperti ini, saya hanya teringat kembali ke masalah besar pertama yang saya hadapi. Kesetiaan. Dimana sebuah hati, mulai tidak bisa focus dengan satu hal, dan menjadi bercabang. Tapi saya diingatkan oleh 1 ayat yang begitu pas dengan hal ini, “bukankah kamu harus mengampuni tujuh puluh tujuh kali tujuh kali?” Ya, 1 hal yang dituntut Tuhan untuk kita bisa mengampuni orang lain. Tidak mudah memang, tapi pasti bisa, karena saya dan anda tidak berjalan sendiri, kita bersama dengan Tuhan dan Roh kudus. Kembali kepada iman kita, dan tujuan utama.
Disaat seperti ini, masalah yang datang begitu bertubi-tubi, tapi Tuhan selalu berharap kita mendekat kepada Tuhan. Dia rindu kita datang kembali kepada Dia. Dan ketika saya berdoa, Tuhan benar-benar menguatkan saya dan menyadarkan saya, bahwa anak Tuhan adalah anak yang berbeda dengan anak dunia dalam sudut pandangnya melihat suatu masalah. Melalui banyak kejadian ini saya melihat bahwa, Tuhan memberikan saya masalah dengan pacar saya untuk mendekatkan diri dengan Tuhan saja, mencoba menggantungkan diri dan bersandar kepada DIA. Bukan dengan kekuatan sendiri saya mampu berjalan, tapi karena firman, doa dan komunitas serta teman2 saya Disaat seperti ini juga Tuhan menegur saya melalui satu ayat, “Kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Roma 5:4-5). Kesengsaraan yang pada akhirnya menimbulkan pengaharapan, yang TIDAK mengecewakan, yang berasal dari Allah. Dari begitu banyak cerita dan pengalaman yang saya alami, hanya satu kunci kekuatan saya sampai detik ini. Doa dan Firman Tuhan.
Jika saya berdoa tanpa membaca firman, apa yang akan saya dapat? saya tidak pernah tahu apa yang Tuhan janjikan kepada dombaNya ketika saya tidak pernah membaca apalagi mendengarkan Dia. Bertumbuh menjadi dewasa dalam iman dan personality tidak mudah. Tapi saya percaya saya bisa, perlahan demi perlahan. Serahkan hidupmu kedalamTuhan, dan biar Tuhan yang berkarya dalam hidup kita. Selamat malam teman, goodnite, God bless your life all
~strawberrygirls~
08 April 2012
4 magic medicines
Seorang anak muda. Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya. Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum menjadi amat terlambat.
Artikel Terkait
Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan; "Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menuju pantai seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti anda membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya, yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh."
Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan yang amat dalam.
Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia dapati obat didalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan: "Dengarlah". Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang memecah bibir pantai. Ia bahkan secra perlahan-lahan mampu mendengarkan setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam di pantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.
Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar kertas bertulis; "Mengingat". Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih di wajah mereka. Ia juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar bathinnya.
Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat, ia menemukan secarik kertas dengan tulisan: "Menimbang dan menilai motivasi". Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama ia membuka usahanya adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan sesamanya. Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh. Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain. Ia kini seakan telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang senantiasa membuatnya cemas.
Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis: "Tulislah segala kecemasanmu di bibir pantai". Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata "Cemas". Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya. Bibir pantai seakan disapu bersih, kata "Cemas" yang baru ditulisnya hilang ditelan ombak.
Siapakah tokoh utama dalam kisah di atas tersebut?. Mungkin saya, mungkin pula anda. Pernahkah saya secara tulus mendengarkan bahasa bathin sendiri? Atau pernahkah saya mengingat segala yang manis maupun pahit yang terjadi di masa silam namun telah membentuk siapa saya saat ini? Apa yang menjadi motivasi utama hidup saya hari ini dan besok, dan apa kecemasan saya?
Sumber: Felicite Angela
Artikel Terkait
Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan; "Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menuju pantai seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti anda membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya, yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh."
Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan yang amat dalam.
Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia dapati obat didalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan: "Dengarlah". Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang memecah bibir pantai. Ia bahkan secra perlahan-lahan mampu mendengarkan setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam di pantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.
Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar kertas bertulis; "Mengingat". Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih di wajah mereka. Ia juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar bathinnya.
Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat, ia menemukan secarik kertas dengan tulisan: "Menimbang dan menilai motivasi". Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama ia membuka usahanya adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan sesamanya. Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh. Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain. Ia kini seakan telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang senantiasa membuatnya cemas.
Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis: "Tulislah segala kecemasanmu di bibir pantai". Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata "Cemas". Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya. Bibir pantai seakan disapu bersih, kata "Cemas" yang baru ditulisnya hilang ditelan ombak.
Siapakah tokoh utama dalam kisah di atas tersebut?. Mungkin saya, mungkin pula anda. Pernahkah saya secara tulus mendengarkan bahasa bathin sendiri? Atau pernahkah saya mengingat segala yang manis maupun pahit yang terjadi di masa silam namun telah membentuk siapa saya saat ini? Apa yang menjadi motivasi utama hidup saya hari ini dan besok, dan apa kecemasan saya?
Sumber: Felicite Angela
HAPPY Easter 2012

Happy Easter to you all who celebrate our Savior ! ini merupakan paskah paling berkesan buat saya :)
sedikit background, kenapa saya bilang seperti itu..
“ Saat hati terasa berat..
Tak seorang pun mengerti hatiku, ku Tanya Yesus..
Apa yang harus kubuat “
Lagu itu bener2 merupakan salah satu lagu favorit saya, disaat kondisi saya benar2 tidak jelas.
Perasaan, pikiran dan semua yang ada di dalam kehidupan saya terasa begitu flat, terasa ada yang kurang.
Dan saya tahu, bahwa saya kurang dekat dengan Dia.
Kehidupan saya yang semakin sibuk dan berurusan dengan hal duniawi belakangan ini terlalu membelenggu saya untuk semakin jauh dari DIa.
Dan itu rasanya sungguh2 tidak enak.
And now, I just can say, I NEED YOU LORD.
Saya tak akan mampun terus bertahan dengan kondisi pikiran dan perasaan yang seperti tak berTuham.
Saya terus berjalan dan melangkah, dengan melibatkan sedikit Tuhan.
Pagi tadi saya bangun dan menyadari, betapa saya jauhhh dari Dia.
Saat itu saya berdoa, dan saya menitikkan air mata.
Tak terbayangkan betapa Tuhan yang selalu setia menunggu saya, tetapi saya malah pergi dan berlari menjauh dari Dia.
Dan ketika saya kembali, saya melihat Dia tetap setia dengan kedua tanganNya yang terbuka lebar memeluk saya.
Saya rindu Engkau. Saya butuh Engkau Yesus.
Berhari hari bahkan berbulan bulan aku menjauh dari pada Tuhan,
Tapi hari ini, Tuhan benar2 seperti ingin mengingatkan aku kembali.
Bahwa aku, hanyal sebutir pasir di pantai. Aku tak bisa berjalan sendiri.
Hari ini, aku pun ngga tahu apakah ini hanya kebetulan atau tidak. Bahkan aku sendiri sempat terkaget dan baru tersadar bahwa hari ini adalah hari Jumat agung, dimana Yesus mati dikayu salib untuk menebus semua umat kesayanganNya.
Aku percaya, ini bukanlah suatu kebetulan.
Melalui setiap masalah, saya dikuatkan. Saya dimampukan untuk bangkit dan maju bersama Dia, sahabat, Bapa dan raja atas hidup saya…
Dia memenangkan saya dari setiap masalah, dari setiap beban.
Hari ini, Yesus membawa saya kembali seperti dulu. Mengasihi Yesus, dan mau belajar setia di dalam DIA.
Yesss LORD !!!! You are the ONLY ONE , You are my priority, and NOBODY ELSE can do things like YOU DO !!!!!!!!!!!!! I surrender to YOU.
~strawberrygirls~
16 January 2012
Indonesia itu KAYA
“INDONESIA ITU KAYA”
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 220 juta orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama tertentu. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.
DATA2 KEKAYAAN ALAM YANG DIEKSPOITASI
1. PENEBANGAN LIAR
Di kabupaten Ketapang misalnya, sasaran penebangan liar adalah Taman Nasional Gunung Palung ( TNGP ). Sudah sekitar 5 tahun penjarahan itu berlangsung. Sekitar 80 % dari 90.000 ha luas TNGP sudah dirambah para penebang dan mengalami rusak berat. Para penebang yang dibayar untuk memotong pohon itu diperkirakan jumlahnya sebanyak 2000 orang dengan menggunakan motor pemotong chainsaw.
Selain itu di hutan Kapuas Hulu, penebangan hutan liar juga tak kalah mengerikan. Sasaran penebangan adalah pohon-pohon dengan jenis Kayu Ramin, Meranti, Klansau, Mabang, Bedaru, dan jenis Kayu Tengkawang yang termasuk jenis kayu dilindungi. Kayu-kayu gelondongan yang telah ditebang langsung diolah menjadi balok dalam berbagai ukuran antara lain: 24 cm x 24 cm, 12 cm x 12 cm dengan panjang rata-rata 6 meter. Setiap hari jumlah truk yang mengangkut kayu ini ke wilayah Malaysia sekitar 50 –60 truk. Menurut Sekjen “Silva Indonesia”, pengangkutan ini berlangsung siang dan malam dihadapan mata aparat instansi berwenang tanpa ada pemungutan dana reboisasi dan pajak lainnya “.
2. PENAMBANGAN LIAR
Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Kelestarian Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan, Daruri mengaku, negara rugi hampir 100 triliun rupiah akibat pertambangan dan perkebunan liar di Kalimantan Selatan. Sementara di Kalimantan Timur, kerugian karena hilangnya hasil kayu dan perkebunan mencapai 31 triliun rupiah. Daruri menambahkan, terdapat 282 perusahaan perkebunan dan 629 perusahaan pertambangan liar di 15 kabupaten di Kalimantan Tengah. Sedangkan di Kalimantan Timur terdapat 223 perusahaan pertambangan dan 86 perkebunan yang tak mengantongi ijin memasuki kawasan hutan. Ia menegaskan, Kemenhut dan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum akan menindak tegas perusahaan-perusahaan liar yang merusak hutan itu. “Dipidana Undang-undang 41 pasal 50 menduduki kawasan hutan tanpa ijin. Dipidana pasal 78, sepuluh tahun denda 5 miliar, semua asetnya akan disita negara,” tambah Daruri. Menurut Daruri, hingga kini lima bupati di Kalimantan Timur belum mengirimkan laporan soal perusahaan perkebunan dan pertambangan liar di daerahnya. Kelima bupati tersebut ialah bupati Bontang, bupati Malino, bupati Samarinda, bupati Tarakan, dan bupati Balikpapan.
3. PENCURIAN BUDAYA (Makanan, Tarian, Lagu, Kreasi )
• Klaim Batik Jawa Oleh Adidas
• Klaim Angklung oleh Pemerintah Malaysia
• Klaim Gamelan oleh Pemerintah Malaysia
• Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
• Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
• Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
• Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
• Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
• Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
• Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
• Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
• Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
• Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
• Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
• Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
• Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
• Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
• Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
• Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
• Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
• Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
• Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah
• Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah
• Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
• Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
• Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
• Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
• Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
• Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
• Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
• Kain Ulos oleh Malaysia
• Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
• Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
4. PERBURUAN HEWAN LIAR
Bekasi - Habitat satwa liar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kian mengkhawatirkan dan diambang kepunahan karena praktek perburuan besar-besaran.
Beberapa jenis satwa liar seperti ; lutung hitam, kucing hutan dan burung kuntul, kini jarang dijumpai di habitat asli mereka di hutan-hutan bakau di pesisir utara Bekasi. Satwa liar ini diburu, baik untuk dijual kepada kolektor maupun disantap dagingnya.
Pemantauan bekasiterkini.com di beberapa pasar tradisional di daerah Bekasi, dengan mudah dijumpai satwa liar yang diperjualbelikan bebas. Di Pasar Sukatani misalnya, seorang pedagang hewan menjual bermacam jenis kucing hutan dan lutung hitam, termasuk juga aneka jenis burung seperti elang laut dan burung hantu.
Marjuki enggan menyebutkan berapa harga yang dibeli dari para pemburu. Dia hanya mengatakan untuk satu ekor kucing hutan ukuran sedang dijualnya seharga Rp450 ribu – Rp600 ribu, sedangkan untuk Lutung Hitam pejantan dijualnya seharga Rp500 ribu- Rp750, sedangkan yang betina harganya lebih murah.
Perburan satwa liar yang kian mengganas membuat masyarakat Pulo Murub Desa Sukawijaya Kecamatan Tambelang memperketat pengawasan dan perlindungan terhadap ribuan burung kuntul yang ada di wilayah mereka.Di tempat ini terdapat sekitar 10.000 ekor burung kuntul (Egretta SP).
5. PERHUTANAN
Luas hutan di Indonesia menyusut setiap tahun. Kementrian Kehutanan mencatat kerusakan hutan hingga 2009 mencapai lebih dari 1,08 juta hektar per tahun. Menurun dari data kerusakan hutan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 2 juta hektar pertahun.
Laju kerusakan hutan menimbulkan dampak yang luas terhadap perekonomian. Seperti yang dilaporkan Wartawan BBC Sri Lestari di Kalimantan Barat, kerusakan hutan terjadi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit.
Kerusakan hutan ini diakui Menteri Kehutanan Zulkifli Hassan menyebabkan kondisi hutan Indonesia kritis.''Memang saya kategorikan hutan Indonesia dalam keadaan kritis, karena puluhan tahun menjadi andalan untuk pendapatan bagi negara. Dari 130 juta hanya 43 juta yang masuk dalam kategori hutan perawan''.
''Hutan produksi yang dulu dikelola oleh HPH kini juga tersisa lebih kurang 48 juta dalam keadaan yang juga kritis, kemudian 40 juta kawasan hutan lainnya menghilang'', kata Zulkifli.
Kalimantan merupakan salah satu daerah yang memiliki hutan alam terbesar. Pada tahun 2007, dalam buku laporan State of the World's Forests, FAO (Food and Agricultural Organization) menempatkan Indonesia di urutan ke-8 dari sepuluh negara dengan luas hutan alam terbesar di dunia.
Tetapi laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai 1,87 juta hektar dalam kurun waktu 2000 - 2005, mengakibatkan Indonesia menempati peringkat ke-2 dari sepuluh negara, dengan laju kerusakan tertinggi dunia.
source : various source
01 January 2012
NEW YEAR 2012

HAPPY NEW YEAR 2012 !!!
Today it’s the first day of January on 2012…
Semua orang pada semangat2 ngirim BBM dan ucapin selamat tahun baru…
Semoga 2012 akan jauh lebih baik dari 2011. Apa yang kita impikan boleh terwujud dan semakin diberkati untuk setiap usaha masing2….
Keep shining and keep spirit dear…
Klo ditengah2 jalan kita merasa lelah, inget lagi semangat tahun baru kita!
Inget Tuhan yang selalu setia bersama kita….
Sbab anak2 Tuhan tidak akan pernah berkekurangan!
~strawberrygirls~
Labels:
new year
Subscribe to:
Posts (Atom)
